Postingan

Daftar Magister ITB? Perlu syarat apa?!

Gambar
ITB dengar nama kampusnya aja sudah mengeluh pasti sulit nih masuk sini, harus pintar, banyak uang, dll. Eit no no no! Untuk menjadi mahasiswa magister ITB kamu sudah bisa mengakses ke www.usm.itb.ac.id di awal tahun, misalnya nih bulan maret 2020 ini juga sudah ada kok pengumuman untuk daftar magister semester ganjil. Di website itu penjelasan mengenai persyaratan, biaya studi dan fakultas maupun sekolah pascasarjana super duper lengkap! Rajin-rajin dibaca aja yaaa... Kalau yang saya persiapkan dulu sebelum daftar magister adalah check & recheck (kepoin) fakultas atau sekolah yang dituju. Tentang prodinya, matkulnya, paling penting itu biayanya wkwk. Setelah itu saya baca persyaratan yang dibutuhkan.  Pertama itu TOEFL ITP minimal skor 475. Tenang saja..., ITB menyediakan tes setipe TOEFL. Namanya ELPT ITB. Cek jadwalnya dan tata cara pendaftaran, pembayaran sampai prosedur test semua ada di www.lc.itb.ac.id. Untuk ELPT ITB minimal skor 77 ya. Kedua persyaratan ...

Our Pillow Talk

Before sleep, we always talk about our activity, our happy or sad day and the funny things too! Wkwk.  In this early new year, we talk about our financial and future plan. Also, we talk 'bout our baby name wkwk. When the right time comes, we're gonna name him ' Alif Hasan Mantiri' Alif mean our first child, Hasan mean a good man, and Mantiri my husband name.  And the name of his brother is Bani Husein Mantiri. Bani mean a family, Husein  is an Arabic name which is the diminutive of Hassan, meaning  "good", "handsome" or "beautiful". Both the names are a very simple name with a good and deep meaning.   We pray! 😊

2019

Tahun ini mengajarkan kami (aku dan suami) menjadi sepasang yang lebih sabar. Tentang berbagi, menggapai mimpi dan berjuang.  Di tahun ini saya mendapatkan 'tiket' masuk ke ITB, sebuah pilihan besar untuk saya dan suami, mengingat akan banyak kerja keras yang diusahakan nantinya. Sedangkan suami harus mutasi ke bagian baru di tempat kerjanya, membuat jadwal kerjanya lebih padat dan tak terjadwal. Di situasi seperti itu kami berdua harus saling menguatkan, karena peluh yang semakin bercucuran dan kenyataan hidup yang tak lagi seirama dengan mimpi. Bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Kami harus saling mengingatkan tentang hal itu saat salah satunya hampir menyerah.  Memang, belum lama waktu kami bersama, belum selesai juga perjuangan kami, tetapi  seiring waktu berjalan, kami semakin belajar untuk selalu menerima satu sama lain, memeluk erat untuk mendengarkan lebih dekat dan berbicara untuk saling memahami.  Kami percaya, satu-persatu do...